blog kedua (tamat):
http://rebornsonny.wordpress.com
Ibuku bilang waktu kecil aku mengidap asma, dan kemudian sembuh. Karena itu Ibu tak pernah melarangku bermain hujan..
Posted by
sonny
at
12:34
0
comments
Posted by
sonny
at
13:14
2
comments





Posted by
sonny
at
18:18
1 comments
Posted by
sonny
at
14:28
1 comments
Labels: desau
Flight Plan, awalnya gw pikir bakal ngikutin genre-nya THE SIXTH SENSE. Tapi di 1/3 akhir cerita, secara tak terduga film ini mengarah pada drama pembajakan pesawat yang diotaki oleh seorang polisi udara yang harusnya bertugas menjaga kenyamanan penerbangan dan menyeret tokoh utamanya sebagai tersangka. Agak menyebalkan juga bahwa gw gak bisa nebak arah film ini. Gw nonton dari jam 22.30 - 24.00. Udah kecapekan jadi gak bisa mikir lagi arah ceritanya kemana.
BTW, Jodie Foster ini yang jadi tokoh utamanya kayaknya sering kebagian peran sebagai perempuan gigih. Seperti di PANIC ROOM atau ANNA & THE KING.
Nah, pas lagi lumayan segar, gw nonton V for VENDETTA. Gw pikir film ini bakal mirip dengan ZORRO: kisah pahlawan bertopeng yang menggunakan pedang atau sejenisnya tapi dengan setting masa depan. Anehnya, film ini ditampilkan secara bertutur ketimbang mengalir dengan sendirinya. Dan lagi, film ini minim adegan laga. Diam-diam gw percaya bahwa film ini adalah FABEL POLITIK yang menyentil kampanye perang melawan terorisme yang dilancarkan presiden Amrik GEORGE W BUSH dan PM Inggris TONY BLAIR. Dalam beberapa bagian, film ini tampak teatrikal. Hiks, gw mengharapkan film ini bener-bener action thriller yang menghibur tapi ternyata film berat.
HAPPY FEET. Dari cover belakangnya gw udah bisa nebak film ini bukan kartun biasa. Film ini berkisah tentang sebuah kerajaan penguin dimana raja dan rakyatnya semuanya terbiasa bernyanyi. Rupanya ada seekor penguin yang lebih suka menari ketimbang bernyanyi. Karenanya, ia diusir dari kerajaan. Selanjutnya? Belum gw tonton. Hhhh...
Btw, penguin itu maskotnya Linux. []
Posted by
sonny
at
18:04
0
comments
Labels: desau
(Daripada gak ngtik, mendingan ngtik kaan :)
Beberapa hari yang lalu gw pergi ke Agen Majalah di Jalan Dobi, tempat gw biasa beli majalah bekas. Gak bekas-bekas amat. Sebenarnya agen besar itu menjual berbagai majalah, tabloid dan koran baru. Nah, kalau sudah habis masa edarnya, semuanya tersebut dijual dengan harga diskon. Misalnya, majalah BusinessWeek edisi Minggu I bulan Juli berlabel Rp 20.000,- Kalo dibeli di Minggu II Juli, kita bakal bisa beli dengan harga Rp 3.000,- Atau majalah SWA edisi terbaru dilabeli Rp 30.000,- Kalo dibeli setelah masa edarnya, kita cukup ngeluarin duit Rp 5.000,- Tapi dengan catatan, cover majalahnya gak bakal utuh lagi. Header covernya disobek dan dikirimkan ke penerbitnya di Jakarta sebagai return.
Kali ini gw beli BusinessWeek, SWA dan InfoLINUX edisi Juni. Khusus InfoLINUX edisi Juni ini masih utuh majalah + 2DVDnya. Artinya gw gak bisa beli dengan harga diskon. Tapi emang itu yang gw mau. Khusus InfoLINUX, gw lebih butuh DVD-nya ketimbang majalahnya.
Biasanya majalah InfoLINUX itu seharga Rp 27.000,- (Harga di pengecer Rp 30.000,-). Tapi karena berhubung edisi Juni itu disertai 2 DVD, harganya naik jadi Rp Rp 37.000,- Fair enough! DVD pertama berisi CentOS 5,0 yang berbasis source code RHEL yang keren itu. DVD kedua berisi OS UbuntuLinux 7,04. Dalam DVD itu juga ada software, tutorial, dan berbagai program Linux-based yang keren.
Sebenernya majalah InfoLINUX itu punya misi lain dari sekedar memasarkan majalahnya. Dengan adanya DVD berisi Linux OS, majalah yang satu atap dengan majalah PCMedia ini, berusaha menyebarkan Linux ke seluruh nusantara. Boleh jadi di Padang majalah ini cuman terjual 200 eksemplar. Tapi coba hitung kalo masing-masing pembeli punya 3 temen yang juga suka Linux. DVD itu bisa diduplikasi jadi beberapa DVD atau CD. Dalam dunia Linux, duplikasi bukan berarti pembajakan. Udah jelas bebas pakai kok.
InfoLinux itu terbilang murah. Coba bayangkan sudah dapet majalah, dapet juga 2 DVD berisi 2 distro Linux. Coba hitung, kalo beli di www.baliwae.com, 1 distro Linux minimal berharga Rp 20.000 diluar ongkos kirim dari markasnya di Bali. Kalo beli di www.gudanglinux.com yang berbasis di Jakarta, 1 distro Linux minimal dihargai Rp 40.000,- di luar ongkos kirim. Nah, InfoLinux itu meski berharga Rp 37.000,- boleh dibilang murah kan?
Kenapa gak beli InfoLINUX edisi Juli aja? Edisi Juli berisi majalah + 1 DVD berisi OS FedoraLinux 7,0 seharga Rp 27.000. Gw sih udah pernah punya Fedora versi 4 dan versi 6. Jadi wasting money aja kalo gw beli versi 7-nya. Lagian gw mau nyoba nginstall Ubuntu7. Btw, distro Ubuntu ini lagi naek daun dan paling banyak digunakan di seluruh dunia mengalahkan RedHat / Fedora dan SUSELinux yang lebih lama eksis. Banyak sebab kenapa Ubuntu jadi nomor satu.
Pertama, perhatiannya terhadap terbentuk dan berkembangnya komunitas pengguna Ubuntu. Di seluruh dunia, setiap kali Ubuntu dirilis, selalu diadakan pesta. Kalo di Indonesia, pesta rilis Ubuntu tahun ini diadakan di Yogya dan Bandung. Andai aja gw ada di kota itu, pasti udah nimbrung. Kedua, penyebaran Ubuntu secara gratis ke seluruh dunia melalui komunitas. Setiap kali ada rilis baru, komunitas Ubuntu selalu kebagian jutaan CD/DVD Ubuntu gratis. Sayangnya, di Padang ini KPLI-nya mati suri.
Ketiga, paket distro ubuntu dikemas secara cerdas. Berbeda dengan Fedora dan SUSE yang mengemas Linux dalam 1 DVD atau 4 - 5 CD, distro Linux memisahkan versi desktop dan versi servernya. Menurut saya, ini amat sesuai dengan logika marketing. Para pemula atau pengguna individual bisa memulai dengan versi desktop-nya dan para pengguna cakap atau para profesional IT di perusahaan bisa menggunakan versi server-nya. Logika ini sudah lama digunakan oleh Microsoft yang menjual Windows 95/98/ME/XP/Vista yang ditujukan untuk kebutuhan desktop dan Microsoft NT/Advanced Server 2000/2003 untuk kebutuhan server.
UBUNTU & ME
Nah, beberapa hari ini gw nyoba nginstall kUbuntu di komputer ber-Pentium 4 2,26 GHz, tapi dengan RAM 128 MB. Belum apa-apa udah hang. Jelas aja, memori-nya cuman 128. Akhirnya gw coba tambahin RAM jadi 256. Dan proses instalasinya berjalan lambaaaat banget. Ubuntu ini rupanya lebih nyaman diinstall di komputer ber-memory 512. Sama aja perangainya dengan SUSE, Mandriva dan Knoppix. Kalo soal instalasi, gw lebih senang nginstall Fedora. ANACONDA-nya itu lho.. ringan banget.
Tapi lucunya ketika selesai diinstalasi, Ubuntu itu bahkan lebih ringan ketimbang Fedora walaupun memory gw cuman 256. ANJRITTT !!! Huh, coba aja Ubuntu ini menggunakan ANACONDA sebagai installernya, pasti dari tadi gak perlu nunggu hampir 2 jam sampe instalasinya selesai. Tapi dasarnya Ubuntu ini keturunan Debian dan installer CASPER-nya yang mirip Knoppix. Anda bakal tahu betapa cantiknya Ubuntu setelah menyelaminya.
Finally, i fall in love with Ubuntu.
Posted by
sonny
at
17:14
0
comments
Labels: IT
Di tahun terakhir sekolah berasrama, seorang teman dari Bandung mendapat paket dari rumah. Isinya gulai jengkol yang dikirim dalam karton mie. Kebayang kan banyaknya? Teman yang satu ini emang gila jengkol. Kalo gw sih cuman ikut-ikutan. Hehehe..
Kalo ada yang dapet kirimin makanan, udah jadi tradisi dibagi-bagi. Di sekolah berasrama, sepotong roti pun bisa dimakan berlima. Dan ternyata gak sedikit yang minat sama gulai jengkol itu. Dalam jangka waktu 2 hari, gulai jengkol itu ludesss dess dess.
Nah kebayang gak apa akibatnya kalo gulai jengkol dimakan puluhan orang? WC yang jumlahnya puluhan di asrama berkapasitas 400an orang itu ketiban bau jengkol secara serentak! Hahaha.. Dont try it at home!
Powered by ScribeFire.
Posted by
sonny
at
17:21
3
comments
Labels: desau